Pages

Selasa, 09 September 2014

Jalan-Jalan Ke Gunung Semeru

Perjalanan pertama ke Malang
Cara termudah untuk perjalanan Gunung Semeru dari Jakarta melalui darat, dapat dilakukan dengan menggunakan transportasi kereta api departemen Malang (Stasiun Kota Baru) dari Pasar Stasiun Senin Jakarta. Ada dua alternatif pilihan, yaitu kelas KA Eksekutif dan kelas ekonomi, untuk kereta kelas ekonomi akan mengambil jalan utara (Pekalongan ke Semarang) dengan menggunakan KA Matarmaja dan bagi para eksekutif yang mengambil jalur selatan (Purwokerto dan Yogyakarta) dapat menggunakan KA Gajayana .

Dari Stasiun Malang melanjutkan perjalanan ke Desa Tumpang Tindih (satu-satunya akses ke desa untuk mencari transportasi terakhir (Ranupane) di kaki Gunung Semeru) menggunakan Municipal Transportasi (angkot). Salah satu penyedia transportasi ke desa Ranupanee adalah Pak Page (semua driver mobil di stasiun mengenalnya) dan tentunya akan memudahkan perjalanan kita karena selain menyediakan transportasi untuk Ranupane ia juga menyediakan tempat persinggahan di rumahnya.

Desa Ranupane


Dari Desa Ranupane (setelah pemberian dan membuat SIMAKSI di pos TNBTS), kemudian trekking ke dilakukan. Trekking pertama dilakukan dari Ranupane Pos menuju Ranukumbolo. Dalam hal ini, ada 2 pilihan jalur jalur utama dengan estimasi tempuh sekitar 4-6 jam melalui medan cahaya (Low track / 40% menanjak ringan).

Selain, crane terbang baris dengan wisata diperkirakan sekitar 3-4 jam melalui kolom yang (track menengah / 60% menanjak). Jika melewati jalur utama, hal yang perlu diperhatikan adalah sepatu yang akan Anda gunakan. Karena jalan ini adalah jalan yang 60% adalah jalur batu susun (conblock) yang akan sangat licin saat hujan.

Untuk melacak hal Ayak-ayak untuk dicatat apakah ini adalah jalan kesiapan fisik matang. Karena pada saat ini kita akan pergi puncak Ayak-ayak merupakan indikator bahwa jalur ini didominasi oleh jalan menanjak.

Danau Ranukumbolo

Tiba di Ranukumbolo sangat disarankan menginap atau berkemah karena tempat ini merupakan daerah datar. Dan pastikan tidak ada kesulitan dalam mencari air (ada sebuah danau besar) yang merupakan salah satu dari kriteria efektivitas membuat kemah.

Setelah bermalam di pos pendakian Ranukumbolo, lanjutkan ke hari berikutnya yang merupakan pos Kalimati memanjang lembah. Tepat di bawah punggungan perjalanan menanjak ke akses terakhir Arcopodo dan Mahameru (puncak Semeru). Perkiraan perjalanan menuju Kalimati Ranukumbolo dapat dicapai dalam rentang waktu antara 3-4 jam perjalanan. Hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan untuk perjalanan ini adalah pasokan air, karena musim semi lalu terletak 1,5 kilometer dari pos Kalimati.

 
Pendakian Pos Kalimati

Pos Pos Pendakian Pendakian KalimatiSesampainya di Kalimati, disarankan untuk menghabiskan malam dan membuat kamp di sini. Meskipun hal itu dapat dilakukan dalam pembuatan kamp postingan terakhir Arcopodo. Ada beberapa hal penting untuk dipertimbangkan saat akan melakukan perjalanan menuju Mahameru dari Kalimati.


Menuju Atap Pulau Jawa

Di puncak Gunung Semeru, ada ketentuan berdasarkan studi telah melaporkan bahwa saat itu adalah di semeru puncak efektif berakhir pada 08:00. Karena lebih dari batas waktu akan meningkatkan kegiatan gunung semeru (seperti menghapus kerikil / batu pada letusan dan asap beracun).

Efektif mulai waktu perjalanan dimulai pukul 01:00. Jadi disarankan untuk bangun pagi di 12:00 untuk menyelesaikan penyusunan ketentuan tersebut untuk makan, minum, dan peralatan pendukung seperti senter, jaket, dan sarung tangan (peralatan yang akan menjaga tubuh dari suhu dingin).

Perjalanan ke Mahameru adalah perjalanan terberat (Hard Track) sebagai medan yang sangat menanjak dan berpasir. Wisata dapat dicapai dengan kisaran antara sekitar 3-5 jam. Setelah kami melewati Pos Arcopodo kita akan dihadapkan dengan suasana yang cukup ekstrim karena kiri dan kanan dari kita adalah jurang langsung ke kawah.

Suhu di jalan itu bisa mencapai sekitar -9 derajat Celcius sedangkan musim kemarau (cuaca ekstrim). Karena faktor-faktor ini, dan oleh karena itu kesiapan fisik dan mental yang diperlukan cukup baik. Ada hal penting yang perlu kita ingat, terutama bagi pendaki yang belum pernah mendaki gunung ini, yang adalah ketika kita melakukan perjalanan setelah posting Arcopodo Cemoro Tunggal atau memasuki area (berpasir dan batu naik).

Dilarang menyentuh atau memegang batu karena hal ini dapat menyebabkan kecelakaan seperti tergelincir dan tergelincir dari pemanjat tebing yang kita berdiri. Hal ini bisa mengakibatkan pemanjat tebing lainnya menimpa yang ada di bawah kita.

Selain hal tersebut di atas, hal lain yang perlu diperhatikan adalah sangat disarankan untuk bergerak sepanjang jalan dan menjaga jarak dengan sesama pendaki Anda sedekat mungkin untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu dengan sesama pendaki kami yang lain. Selamat mendaki dan menikmati pemandangan dari atap Java! Lihat Anda di atas!


0 komentar:

Posting Komentar